Ingin Meraup Keuntungan Besar Peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) Desa Mekarjaya Diduga Asal Dikerjakan

Kabupaten Bekasi, Penahitam.Com –  Pelaksanaan proyek Pekerjaan Jalan Usaha Tani (Jut) yang bertempat di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dikerjakan sangat tipis diduga dikerjakan asal-asalan proyek tersebut.

Jalan usaha tani atau jalan pertanian merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian untuk memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan, tempat pengolahan.
Jalan yang dibangun diareal persawahan akan membantu petani untuk mengurangi tenaga ekstra untuk jalan kendaraan. Mulai dari berangkat membawa peralatan, bibit, pupuk, hingga panen dan pasca panen, petani bisa dengan mudah mengakses sawah mereka.
Pasalnya, hal itu menjadi pertanyaan bagi masyarakat dan Ketua DPD LSM Prabhu Indonesia Jaya Kabupaten Bekasi sebagai sosial kontrol diduga proyek tersebut dikerjakan asal-asalan pengerjaannya, yang dikhawatirkan tidak kuat lama karna tidak memikirkan kualitas pekerjaan, sehingga cepat hancur. Minggu 19/3/2023.
Hal tersebut diduga tanpa adanya pengawasan dilokasi pekerjaan, dan pengawas hanya memikirkan kantongnya sendiri, pekerjaan pun diduga dikerjakan tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB), ketebalan beton yang sudah jadi sangatlah miris disaat pengukuran papan bigisting dengan meteran ketinggian 15 cm, diduga hanya untuk mengelabuhi Masyarakat, hasil coran hanya mencapai 9 cm, 5 cm, dan 5 cm, di tiga kali pengukuran yang saya sayangkan baru dikerjakan sudah pada Retak-retak. Jum’at, (24/03/2023).
Dilokasi kegiatan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat N.Rudiansah (DPD LSM) Prabhu Indonesia Jaya dan team awak media saat investigasi, sangat menyangkan pekerjaan pun diperkirakan baru beberapa hari selesai sudah pada retak sangat menyedihkan diduga sangat tipisnya betonnya Ketua DPD Lsm Prabhu Indonesia Jaya meminta kepada dinas terkait agar menegur kontraktor tersebut agar mengecor ulang ( Jut ) yang sangat tipis,” Ujar N.Rudiansah
Saat melakukan pengukuran dengan meteran ketebalan beton yang sudah jadi, hasilnya hanya mencapai rata-rata 5 cm, kami menduga ada indikasi korupsi dalam pekerjaan proyek Jalan Usaha Tani (JUT) tersebut, kalau seperti ini kontraktor ingin meraup keuntungan yang lebih besar demi memperkaya diri sendiri,” tegasnya N.Rudiansah.
( Red /team )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *