Lagi lagi Proyek Jitut Desa Mekarjaya Diduga Tidak Ada Papan Proyek Dan Abaikan K3

Bekasi, Penahitam.com – Lagi lagi Muncul sebuah proyek Jaringan Irigasi Tingkat  Usaha Tani ( JITUT) ,Tahun anggaran 2023 pembangunan Drainase di wilayah ,Desa Mekarjaya,Kecamatan Kedungwaringin,Kabupaten Bekasi diduga dikerjakan asal-asalan.
Ketika Ketua DPD Lsm Prabhu Indonesia Jaya kabupaten Bekasi dan beberapa awak media mendatangi lokasi tidak terpasangnya papan informasi dan abaikan Keselamatan dan kesehatan Kerja (K3) diduga proyek siluman.
Siapa sih yang mau celaka? Tentunya tidak ada seorang pun yang mau celaka. Tetapi resiko kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja termasuk di lingkungan tempat kerja. Untuk itu, kesadaran mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi sangat diperlukan. Setiap pekerja mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas K3 dalam melakukan pekerjaannya. Setiap pekerja juga mempunyai peran untuk terselenggaranya K3. Jadi, tidak ada salahnya kita mempelajari lebih jauh mengenai K3
Pasalnya dilokasi kegiatan pada pelaksanaan Saluran air / Drainase di Desa Mekarjaya Kecamatan, Kedung Waringin tidak adanya papan informasi kegiatan, diduga tidak pakai cerucuk bambu dan ketinggian pun diduga tidak maksimal tidak ada nya sepatu atau pondasi bawah pemasangan pun tidak di gali hanya di tipras samping nya aja di kerjakan pasang batunya pun hanya sebelah naik di sisi atas pematang sawah saja, batu saja banyak yang tidak terisi adukan disela-sela batu, berpariatip ada juga yang 7,2 cm,lebar sisi bawah 12 cm ada yang  20 cm cm sisanya naik ditanah atas yang tidak digali, Kamis  (6/04/2023).
” Ketua Ketua DPD Lsm Prabhu Indonesia Jaya (Lembaga Swadaya Masyarakat), N.Rudiansah ketika di mintai komentarnya oleh awak media,” Mengatakan penting nya pengawasan dan ketegasan Dinas terkait mutu dan kualitas suatu proyek agar sesuai dengan spek tergantung sama pengawas kosultan dan PPTK banyak proyek kegiatan yang telah saya datangi dan saya cek kegiatanya diduga sudah melenceng dari spesifikasi dan RAB, Minggu 9/04/203.
Sungguh sangat miris saya dalam waktu dekat ini akan melayang kan surat ke pihak Dinas terkait atas temuan di lapangan dan mita ketegasannya kepada Dinas terkait segera melakukan pengecekan turun kelolasi agar kegiatan sesuai denga RAB dan Speknya supaya mutu dan kualitas yang bagus berkualitas, ” Tegasnya, N.Rudiansah
Dalam plang proyek juga harus dicantumkan identitas nama perusahaan,nilai anggaran,masa pengerjaan, serta sumber anggaran, apakah dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) atau APBN Apakah Anggaran Swadaya masyarakat.
Secara umum,terkait pemasangan papan nama proyek,ada sejumlah peraturan perundang-undangan yang dapat menjadi rujukan,antara lain yaitu:
1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (Permen PU 29/2006).
2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan ( Permen PU 12/2014).
Soal pemasangan papan nama proyek dalam Permen PU 29/2006 disebutkan salah satunya terkait persyaratan penampilan bangunan gedung,yang salah satunya memperhatikan aspek tampak bangunan. Pada daerah/lingkungan tertentu dapat ditetapkan ketentuan khusus tentang pemagaran suatu pekarangan kosong atau sedang dibangun,pemasangan nama proyek dan sejenisnya dengan memperhatikan keamanan,keselamatan,keindahan dan keserasian lingkungan.
Penulis : Wan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *