, ,

Masih Ingatkah Kisah Seorang Nenek Yang Divonis 2,5 Pada Tahun 2014 Silam

Penahitam.com – Di ruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yg dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar. Namun manajer PT xxx tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela napas. Kemudian dia mengambil keputusan di luar tuntutan JPU, ‘maafkan saya’, katanya sambil menatap sang nenek, ‘Saya tidak bisa membuat pengecualian terhadap hukum, hukum adalah hukum, jadi kamu harus dihukum. Saya denda 1 juta rupiah dan jika tidak mampu membayar maka harus masuk penjara 2,5 tahun, sesuai tuntutan JPU PU.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kepada hadirin.

“Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada setiap orang yang hadir diruang sidang ini sebesar 50 ribu rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya, saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”

Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggalkan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5 juta rupiah, termasuk uang 50 ribu yg dibayarkan oleh manajer PT xxx yang tersipu malu karena telah menuntutnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *