, ,

Miris !!! Warga Keluhkan Tumpukan Sampah Dibiarkan Pemerintah Desa Kandang

Penahitam.com // Pemalang – Keberadaan tumpukan sampah yang diduga sengaja ditimbun di Rt 02/01, Dusun 01 Desa Kandang, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, resahkan warga.

Tumpukan sampah yang didominasi dengan limbah pasar dan juga sampah plastik ini, berasal dari pasar tradisional, yang diduga dengan sengaja ditimbun oleh pengelola pasar Tambeng tanpa adanya pengelolaan yang seharusnya.

Kondisi sampah terdiri dari berbagai jenis mulai dari limbah pasar hingga sampah plastik yang bercampur dan berada dalam sebuah lubang galian sedalam kurang lebih empat (4) meter dengan panjang sepuluh (10) meter. Mirisnya, sampah tersebut tidak dilakukan pengelolaan dengan semestinya. Hal tersebut juga dijelaskan oleh sejumlah warga, diantaranya H-I saat ditemui dilokasi,(28/05/24).

“digali kedalaman kurang lebih empat meter lebih , itu yang diatas sampah baru, sampah yang lama ditimbun dibawah, galinya aja pakai alat berat doser”, terang D-I.

Keberadaan tumpukan sampah itu juga dikeluhkan warga karena timbulkan aroma bau busuk yang ditimbulkan dari keberadaan tumpukan sampah tersebut. Terlebih saat musim penghujan tiba.

“bau banget, apalagi kalau musim hujan bau banget, lingkungan ya gak betah, cuman gimana lagi”, imbuhnya nya.

Selain sudah mengancam kesehatan warga sekitar, keberadaan sampah yang hanya berjarak belasan meter dari sungai Comal itu, berpotensi terbawa arus sungai yang langsung mengarah ke laut Utara Jawa. “jarak ke kali sepuluh meter”, pungkas nya.

Dijelaskan , keberadaan sampah tersebut sudah ada sejak lama, bahkan hampir sepuluh (10) tahun. Keberadaan tumpukan sampah tanpa adanya pengelolaan semestinya, selain berpotensi menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan juga mengancam kesehatan warga setempat. Pasalnya jarak lokasi sampah berada di lingkungan padat penduduk yang hanya berjarak kurang dari 50 meter.

Warga berharap adanya upaya nyata dari pengelola maupun instansi terkait perihal adanya tumpukan sampah yang telah mengancam kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *