Normalisasi Sungai Sekunder Sukatani Terkendala Akses buang lumpur & Sampah

Penahitam.com//Kabupaten bekasi – Sebuah alat berat mengeruk lumpur dan sampah untuk menormalisasi sungai Ss sukatani mulai bergerak lagi hari ini, berhenti karena alesan yang belum jelas .Pengerukan sampah dan lumpur diwilayah Ss Sukatani yang termasuk wilayah Desa karangRahayu, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Selasa (06/06/2023)
Jajaran pemerintah Desa & kecamatan Karangbahagia bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, harus bekerja ekstra keras untuk mencegah terjadinya kekeringan sawah pertanian saat memasuki musim kemarau pada akhir-akhir ini.
Terdapat sejumlah persoalan yang harus diselesaikan, diantaranya tumpukan sampah di sungai serta persimpangan sungai yang menghambat aliran air sungai karena sudah tumbuhnya rumput liar dan dllnya
Seperti disampaikan salah seorang petani karangsetia yang meninjau berjalan, normalisasi Ss Sukatani saat alat berat berada di wilayah Desa Karangrahayu. Dari hasil peninjauan di lapangan, normalisasi sungai Ss sukatani rupanya tidak serta merta gampang di ucapkan ternyata, sulitnya Medan dan banyak pohon – pohon tanaman warga yang menjulur ke badan sungai Ss Sukatani, namun warga pun antusias membantu berjalan normalisasi tersebut. 
“Dengan cara menebang pepohonan yang dekat rumahnya agar air bisa lancar untuk mencegah terjadinya kekeringan di beberapa wilayah pesawan dikecamatan Karangbahagia.
Sebab, terdapat sedikitnya empat masalah yang juga mempengaruhi terjadinya kekeringan . Pertama, sampah yang kerap memenuhi badan sungai, bahkan hingga sepanjang ratusan meter serta penyempitan sungai dan pendangkalan sungai serta ada Bangli – Bangli di sepanjang bantaran sungai Ss Sukatani..
“ pengendalian kekeringan sawah diantaranya harus normalisasi Sungai Ss Sukatani ,” ujarnya kepada media
Menurut warga petani, banyaknya sampah itu, lantaran sungai Sekunder Sukatani khusus yang berada di wilayah Desa Karangrahayu belum pernah di normalisasi. 
Dan mengakibat pendakalan dan banyak sampah juga dibuang sembarangan oleh warga, selain mencemari lingkungan, sampah pun menghambat laju air hingga masuk ke Ss Sukatani Artinya, Pemerintahan Kecamatan Karangbahagia memang harus berkoordinasi dengan Pemdes karangrahayu, supaya bisa menanggulangi sampah tidak masuk sungai.” terangnya 
“Ia juga berharap, pencegahan kekeringan di beberapa wilayah kecamatan Karangbahagia dapat didukung, baik oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Terlebih dari empat persoalan yang disebutkan tadi, beberapa di antaranya berhubungan langsung dengan kewenangan pusat.
(sgd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *