Ratusan Hektar Sawah Diwilayah Kecamatan Karangbahagia, Terancam Gagal Panen Akibat kekeringan

Penahitam.com//Kabupaten Bekasi – Petani di sejumlah desa di Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi mengeluh, pasalnya ratusan hektar sawah terancam gagal panen karena kekeringan. (05/06/2023)
Masyarakat berharap kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan pembangunan perbaikan semua irigasi yang selama ini terhenti daerah itu.
Di duga 255 Hektar lahan padi di wilayah kecamatan Karangbahagia akan gagal panen yang ke dua kalinya, karena kekeringan tadi pagi sampai siang ini rapat dengan pak camat dan pengamat pengairan ,lalu survey lapangan yang terancam kekeringan.”pungkas salah seorang pejabat pada saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya. 
Menurut sumber lain Sudah berjalan dua musim ini, namun baru siap dikerjakan sepanjang sekitar 5 km dari volume 20 km. Untuk proyek normalisasi yang di sumbangkan gabungan, Pemerintah Kecamatan Karangbahagia dan Kabupaten Bekasi. 
“Terhenti sudah beberapa hari ini, sehingga para petani tidak bisa bercocok tanam yang hanya menggarap sawah tadah hujan,” kata salah seorang tokoh masyarakat karangsetia, di Kecamatan Karangbahagia pada Minggu yang lalu .
Dikatakan juga , pembangunan proyek irigasi itu merupakan salah satu program strategis nasional Presiden Jokowi, dalam mendongkrak perekonomian masyarakat terutama dalam capaian target swasembada pangan nasional. Sehingga ditargetkan dalam jangka waktu yang di tentukan proyek sudah selesai.
“Namun sampai volume di duga beberapa kilo meter yang sudah terealisasi sepanjang kilo meter kurang tahu mengapa alat berat sudah nongrong di tanggul Ss Sukatani , masih termasuk Desa Sukaraya “katanya.” Lanjutnya, seharusnya bangunan irigasi tersebut sudah dapat dimanfaatkan petani mulai Tahun 2023 ini.
Maka dari itu dirinya berharap pihak terkait untuk segera menyelesaikan irigasi Ss sukatani dan sekitarnya yang berada di wilayah kecamatan Karangbahagia yang terhenti itu supaya sawah daerah tersebut tidak lagi mengalami kekeringan seperti saat ini. 
“Untuk mencukupi kebutuhan air harus memiliki jaringan irigasi, sehingga para petani tidak terlalu bergantung pada air hujan. Jika irigasi sayap kanan selesai maka petani kita dapat bercocok tanam dalam setahun dua kali,” katanya
Sementara pihak yang tidak mau di sebut namanya mengatakan proyek ini masih dilanjutkan namun menunggu koordinasi dari kementerian PUPR setempat.
“Saya rasa kendala tidak ada yang signifikan, kita per tahun itu ada target, seperti di tahun ini 70 persen sudah kita capai dan kegiatan yang sekarang ini kegiatan untuk mengisi waktu kegiatan yang ke depan, karena untuk ke depannya kita masih menunggu dan saya selaku kontraktor hanya pelaksana. Jadi target dan segala macamnya itu ditentukan oleh pihak dinas,”katanya
 
(Red/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *