Industri Jababeka Pimpin FGD: Atasi Pengangguran SMK 8,78% di Kawasan Bekasi Lewat Kolaborasi SDM Berkualitas

0

Industri Jababeka Pimpin FGD: Atasi Pengangguran SMK 8,78% di Kawasan Bekasi Lewat Kolaborasi SDM Berkualitas

Cikarang, – Kabupaten Bekasi, pusat industri Jawa Barat, ironisnya mencatat tingkat pengangguran 8,78%—tertinggi di provinsi—meski ribuan lowongan menganga di kawasan industri, sementara lulusan SMK yang seharusnya jadi tulang punggung tenaga ahli masih kurang memenuhi standar. Mengatasi paradoks ini, PT Jababeka Infrastruktur menggandeng industri, pemerintah daerah, dan sekolah dalam Forum Diskusi Strategis (FGD) bertema “Peningkatan Kualitas SDM Siswa SMK untuk Kurangi Pengangguran di Kabupaten Bekasi” di Hotel Antero Jababeka, Kamis (30/4/2026).

Forum yang dihadiri perwakilan perusahaan Jababeka, Dinas Ketenagakerjaan, Bappeda, BPS, KCD3 Jawa Barat, kepala SMK, serta BKK ini langsung disambut data BPS mencengangkan: 88,8% pengangguran lulusan SMA/SMK tak pernah ikut pelatihan—rata-rata lama sekolah baru setara kelas 1 SMA, jauh dari tuntutan industri modern.

Menyoroti akar masalah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Dra. Hj. Ida Farida, M.Si., menegaskan kompetensi jadi kendala utama. “Perusahaan sering keluhkan matematika dasar SMK lemah, mental kerja belum matang, serta bahasa terbatas. Kita butuh reformasi kurikulum dari SD dengan penguatan STEM untuk lahirkan grand design kolaborasi multisektor,” tegasnya.

Sambung Direktur PT Jababeka Infrastruktur, Didik Purbadi, yang posisikan kawasan industri sebagai ‘orkestrator’. “Kami tak hanya sediakan lahan, tapi bangun infrastruktur SDM via sistem informasi terintegrasi yang hubungkan sekolah, pemerintah, dan industri—seperti sukses program pemberdayaan karang taruna yang sudah hasilkan tenaga terampil di perusahaan kawasan,” ujarnya.

Pandangan serupa disuarakan Koordinator KCD3 Jawa Barat, Hj. Rina Parlina, S.IP., MM., yang dorong SMK lebih proaktif bermitra lewat Teaching Factory (TEFA), Kelas Industri, pemerataan kualitas sekolah, serta program Sekolah Maung berbasis Gapura Panca Waluya untuk kuatkan karakter. Sementara perwakilan PT Cisindo, Bu Ayu, tambah soal etos kerja bersama dan optimalisasi KarirHub yang masih lemah kurasi serta inkonsistensi regulasi.

Dari kalangan sekolah, Haris Munbarzan (BKK SMK 1 Cikarang Barat) dan FKKS usul revitalisasi Forum BKK yang vakum sejak 2019, plus skema magang terstruktur serta rekrutmen kontrak—semua jadi jembatan pendidikan-industri yang disepakati bersama.

Puncak FGD lahirkan tiga komitmen strategis: (1) Tim lintas sektor perusahaan-KCD-BKK untuk tingkatkan kualitas SMK berkelanjutan; (2) Pengarusutamaan isu pengangguran di APBD, masuk roadmap RPJMD 2029; (3) Adopsi model pendidikan berkarakter Jawa Barat. Bappeda langsung serap masukan untuk roadmap turun pengangguran, ditutup Didik Purbadi: “Infrastruktur SDM adalah investasi jangka panjang keberlanjutan industri Bekasi.”

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *