Kompol Wuryanti Raih Penghargaan Local Hero, Konsisten Dorong Gerakan Satu RW Satu Bank Sampah

0

Kompol Wuryanti Raih Penghargaan Local Hero, Konsisten Dorong Gerakan Satu RW Satu Bank Sampah

‎KABUPATEN BEKASI – Komitmen panjang Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti, S.H., M.H. dalam mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah kembali mendapat apresiasi. Pemerintah Kabupaten Bekasi menganugerahkan penghargaan sebagai Penggiat Lingkungan Hidup (Local Hero) atas kontribusinya dalam mendorong program satu RW satu bank sampah di Kabupaten Bekasi.

Piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja kepada Kompol Wuryanti seusai upacara Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kecamatan Cikarang Pusat, Sabtu (15/8/2026).

‎Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan pemerintah daerah terhadap konsistensi Kompol Wuryanti yang selama bertahun-tahun mengajak masyarakat untuk tidak memandang sampah semata sebagai persoalan kebersihan, tetapi sebagai persoalan lingkungan yang membutuhkan kesadaran dan keterlibatan bersama.

‎Kompol Wuryanti diketahui aktif mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah sejak 2015. Dalam perjalanannya, ia turut mendorong warga memilah sampah dari sumbernya sekaligus membangun bank sampah di lingkungan permukiman.

‎Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan maupun pemerintah, tetapi membutuhkan perubahan perilaku masyarakat mulai dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan RW.

‎Gagasan satu RW satu bank sampah menjadi salah satu bentuk nyata dari gerakan tersebut. Keberadaan bank sampah diharapkan mampu mendorong masyarakat memilah sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi terhadap sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

‎“Penghargaan ini menjadi pelengkap deretan apresiasi dari pemerintah atas apa yang saya upayakan selama belasan tahun. Ini bukan hanya penghargaan untuk saya, tetapi juga untuk masyarakat dan seluruh pihak yang selama ini bersama-sama bergerak dalam pengelolaan sampah,” ujar Kompol Wuryanti.

‎Ia menambahkan, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan agar kebiasaan memilah dan mengelola sampah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

‎Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi tersebut juga melengkapi penghargaan yang sebelumnya diterima Kompol Wuryanti dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pada tahun lalu, ia menerima Karya Dharma Mahawana (KDM Awards) dari Gubernur Jawa Barat atas kontribusinya dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah serta mendorong pembentukan bank sampah.

‎Rangkaian penghargaan tersebut menunjukkan bahwa gerakan yang dibangun Kompol Wuryanti selama lebih dari satu dekade tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diarahkan menjadi gerakan masyarakat dalam membangun lingkungan yang bersih dan sehat.

‎Kiprahnya juga menunjukkan bahwa peran anggota kepolisian dapat hadir lebih luas di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial serta kepedulian terhadap lingkungan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

‎Menurut Kompol Wuryanti, lingkungan yang mampu mengelola sampah secara mandiri cenderung lebih tertib dan aman karena interaksi antarwarga semakin intensif. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, kondisi tersebut juga dapat memperkuat pengawasan sosial sehingga berpotensi mencegah berbagai gangguan kamtibmas, termasuk aksi pencurian yang memanfaatkan kedok sebagai pemulung.

‎Kompol Wuryanti berharap gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Bekasi terus berkembang. Ia menilai keberadaan bank sampah di setiap RW dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi persoalan sampah sekaligus membangun kepedulian warga terhadap lingkungan.

‎“Harapannya, kesadaran masyarakat semakin kuat. Sampah harus dikelola mulai dari sumbernya, dari rumah masing-masing. Kalau setiap warga memiliki kepedulian, kemudian setiap RW memiliki bank sampah, dampaknya akan jauh lebih besar bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *