Semarak Penutupan KKN UPB Desa Cikedokan, Kekompakan Mahasiswa Tetap Terjaga
Semarak Penutupan KKN UPB Desa Cikedokan, Kekompakan Mahasiswa Tetap Terjaga
KABUPATEN BEKASI – Rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) Tahun 2026 di Desa Cikedokan, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, resmi berakhir pada Jumat (21/8/2026).
Acara penutupan digelar di Hotel Zuri Express, Jalan Kemang Raya No. 6, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, mulai sekitar pukul 16.30 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenang berbagai pengalaman selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Desa Cikedokan, Julia Anis Handayani, S.Pd., M.Pd., perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi Ahmad Aguswin, S.T., M.M., serta Wakil Ketua Panitia KKN UPB Tahun 2026 Arif Teguh Nugraha, S.E., M.M.
Dalam sambutannya, DPL KKN Desa Cikedokan Julia Anis Handayani menyampaikan bahwa berakhirnya masa KKN bukan berarti berakhir pula hubungan dan komunikasi yang telah terbangun selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, perjalanan KKN justru menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarmahasiswa, masyarakat, serta berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan.
“Penutupan bukan berarti kita berpisah. Justru setelah KKN ini selesai, kita menjadi tim yang lebih utuh. Apa yang sudah dibangun selama kegiatan ini hendaknya tetap dijaga, baik kebersamaan, komunikasi maupun semangat untuk terus memberikan manfaat,” ujar Julia.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa KKN Desa Cikedokan yang telah bekerja keras menjalankan berbagai program selama berada di tengah masyarakat.
Pengalaman yang diperoleh selama KKN, lanjutnya, diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi dan menerapkan ilmu yang dimiliki di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Ahmad Aguswin, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program KKN UPB di Desa Cikedokan, khususnya program yang berkaitan dengan pengelolaan sampah.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah upaya mahasiswa mengolah sampah plastik melalui proses pirolisis sehingga menghasilkan produk berupa minyak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Program tersebut dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sampah sekaligus menunjukkan bahwa limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.
“Program pengolahan sampah menjadi minyak ini sangat baik karena tidak hanya berbicara mengenai bagaimana sampah dikurangi, tetapi juga bagaimana sampah dapat diolah sehingga memiliki nilai ekonomis. Ini merupakan inovasi yang patut diapresiasi,” kata Ahmad Aguswin.
Menurutnya, kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan gagasan dan mengimplementasikannya secara langsung di tengah masyarakat merupakan salah satu nilai positif dari pelaksanaan KKN.
Nuansa kekeluargaan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari acara penutupan tersebut.
Humas kegiatan, Ali Harjono Gultom, didampingi Wakil Humas Nurhasan, menyampaikan bahwa KKN bukan sekadar pelaksanaan program kerja, tetapi juga menjadi proses membangun hubungan dan kebersamaan.
“Berawal dari KKN, kita menjadi saudara dan keluarga. Banyak pengalaman, kebersamaan dan cerita yang sudah kita lalui bersama. Harapannya, hubungan ini tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai, tetapi tetap terjalin ke depannya,” ungkap Ali.
Ali kemudian memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa atas dedikasi dan kekompakan yang telah ditunjukkan selama menjalankan pengabdian.
“Kalian luar biasa dan hebat,” ucapnya sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh mahasiswa KKN Desa Cikedokan.
Sementara itu, Ketua KKN Desa Cikedokan Mukhlis Agung Wicaksono menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan seluruh anggota selama menjalankan tugas pengabdian.
Menurut Mukhlis, berbagai kegiatan yang dilaksanakan tidak terlepas dari kerja sama seluruh mahasiswa, perangkat desa, masyarakat, dosen pembimbing, serta berbagai pihak yang memberikan dukungan.
Ia mengakui bahwa selama pelaksanaan KKN terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi. Namun, komunikasi dan kekompakan menjadi kunci sehingga seluruh program yang telah direncanakan dapat diselesaikan.
“Selama KKN banyak hal yang kami lalui bersama. Ada suka, ada tantangan, tetapi semuanya menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kekompakan dan kebersamaan teman-teman menjadi kekuatan bagi kami untuk menyelesaikan seluruh program,” ujar Mukhlis.
Acara penutupan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk kembali mengenang berbagai aktivitas yang telah dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan berada di Desa Cikedokan.
Suasana keakraban terlihat dari interaksi antara mahasiswa, dosen pembimbing, panitia, tamu undangan, dan pihak pendukung. Canda dan tawa mewarnai jalannya kegiatan, mencerminkan kuatnya ikatan kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan KKN.
Dukungan terhadap rangkaian kegiatan tersebut juga diberikan oleh PT Mata Rantai Garda dan PT Fuji Prima Arlanta di bawah Direktur Utama Ali Harjono Gultom.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi berbagai pihak dalam membantu kelancaran rangkaian kegiatan KKN UPB Tahun 2026, khususnya program pengabdian mahasiswa di Desa Cikedokan.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang diikuti mahasiswa, dosen pembimbing, perwakilan instansi, panitia, serta pihak pendukung sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan berakhirnya KKN UPB Desa Cikedokan Tahun 2026.
Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di Desa Cikedokan. Namun, berbagai pengalaman, pengetahuan, serta nilai kebersamaan yang diperoleh selama KKN diharapkan dapat terus dibawa dan diterapkan oleh para mahasiswa di lingkungan masing-masing.
Melalui berbagai program yang telah dijalankan, termasuk inovasi pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis, KKN UPB Desa Cikedokan diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan bagi para mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat nyata serta inspirasi bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. ( Rbn / Red )
