Diduga Alami Tekanan Psikologis, Karyawan BUMN Perbankan Mengaku Dikeluarkan Sepihak dari Grup WhatsApp Internal

0

Diduga Alami Tekanan Psikologis, Karyawan BUMN Perbankan Mengaku Dikeluarkan Sepihak dari Grup WhatsApp Internal

Penahitam.com // Jakarta – Seorang karyawan di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perbankan mengaku mengalami tekanan psikologis setelah diduga dikeluarkan secara sepihak dari grup komunikasi internal berbasis WhatsApp tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak manajemen.

Karyawan tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi menjaga privasi dan keamanan pekerjaan, menilai tindakan itu berdampak serius terhadap nama baik, profesionalisme, serta kondisi mentalnya sebagai pegawai aktif.

“Saya tidak pernah menerima surat peringatan, teguran tertulis, ataupun penjelasan resmi. Namun secara tiba-tiba saya dikeluarkan dari grup kerja yang selama ini menjadi sarana komunikasi dan koordinasi tugas,” ungkapnya kepada media.

Ia menjelaskan bahwa grup komunikasi internal tersebut memiliki peran penting dalam penyampaian informasi pekerjaan, kebijakan internal, serta koordinasi antarpegawai. Dikeluarkannya ia dari grup tersebut, menurutnya, menimbulkan kesan negatif seolah dirinya telah melakukan pelanggaran tertentu, meski tidak pernah ada klarifikasi atau proses disipliner sebelumnya.

Tak hanya itu, karyawan tersebut juga mengaku mengalami mutasi kerja berulang ke sejumlah lokasi yang jauh dari domisili tempat tinggalnya. Kondisi tersebut, katanya, berdampak langsung pada meningkatnya beban biaya hidup, menurunnya kondisi ekonomi keluarga, serta tekanan psikologis yang semakin berat.

“Mutasi yang saya alami membuat biaya transportasi dan kebutuhan hidup meningkat signifikan. Hal ini tentu sangat mempengaruhi stabilitas ekonomi keluarga dan kondisi mental saya,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, yang bersangkutan berharap pihak manajemen pusat BUMN terkait dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh dan objektif terhadap kebijakan internal yang diterapkan. Ia juga meminta perhatian dari Kementerian BUMN agar memastikan perlindungan hak-hak pekerja, termasuk jaminan atas perlakuan yang adil dan lingkungan kerja yang sehat.

“Kami hanya ingin diperlakukan secara manusiawi dan profesional. Lingkungan kerja yang sehat sangat penting agar karyawan dapat bekerja dengan optimal,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen BUMN perbankan yang bersangkutan belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen dan instansi terkait guna memperoleh keterangan resmi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.

( Rbn / Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *