Rapat Minggon Kecamatan Cikarang Timur Bahas Penanganan Banjir dan Kesiapan Pilkades Serentak 2026
Rapat Minggon Kecamatan Cikarang Timur Bahas Penanganan Banjir dan Kesiapan Pilkades Serentak 2026
Penahitam.com // Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kecamatan Cikarang Timur bersama unsur TNI–Polri dan pemerintah desa menggelar Rapat Minggon Tingkat Kecamatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Rabu (28/1/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Camat Cikarang Timur, Rofi, ST., KP, dan dihadiri unsur kepolisian, aparatur kecamatan, kepala desa se-Kecamatan Cikarang Timur, serta Ketua Forum BPD. Sekitar 30 peserta hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam rapat tersebut, Camat Cikarang Timur menyoroti sejumlah agenda strategis, di antaranya evaluasi bencana banjir yang terjadi di beberapa desa pada awal tahun 2026. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi musim penghujan yang masih berlangsung.
Selain itu, rapat juga membahas persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026. Camat meminta seluruh desa segera membentuk kepanitiaan Pilkades secara matang agar seluruh tahapan dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Sementara itu, Kapolsek Cikarang Timur, Kompol Sugiharto, S.H., dalam sambutannya menegaskan komitmen Polri dalam mendukung penanganan bencana maupun pengamanan Pilkades. Ia menyampaikan bahwa Polsek Cikarang Timur telah menyiagakan satu pleton SAR Brimob Mabes Polri yang bermarkas di Karawang sebagai langkah antisipasi apabila terjadi bencana alam.
Terkait Pilkades Serentak, Kapolsek mengimbau agar seluruh pihak memperhatikan aspek keamanan sejak tahap awal persiapan. “Polri siap memberikan pengamanan secara maksimal hingga seluruh rangkaian Pilkades selesai, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.
Rapat Minggon ini menjadi forum koordinasi penting antara pemerintah kecamatan, kepolisian, dan pemerintah desa dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya dalam menghadapi potensi bencana serta agenda demokrasi di tingkat desa.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
(Jonta)
