Doa Lintas Agama Menjadi Simbol Kebersamaan dalam HUT ke-46 YKB
Doa Lintas Agama Menjadi Simbol Kebersamaan dalam HUT ke-46 YKB
JAKARTA — Pengurus Pusat Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) menggelar doa bersama lintas agama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 organisasi tersebut, Rabu, 29 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Kamala, Jalan Wijaya I No.17, Jakarta Selatan, itu menjadi refleksi spiritual sekaligus momentum memperkuat nilai kebersamaan di tengah keberagaman.
Mengusung tema “Bersama Dalam Doa, Mengabdi dengan Hati” kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di tingkat pusat, tetapi juga digelar serentak di seluruh jajaran kepengurusan Yayasan Kemala Bhayangkari di Indonesia.
Format kegiatan doa bersama ini dilakukan secara bergiliran dan berkesinambungan, menghadirkan pemuka dari tiga agama sebagai representasi keberagaman, yakni Islam, Nasrani, dan Hindu.
Doa dari perspektif Islam dipimpin oleh AKP Gafi Bunayya, sementara dari Nasrani dipimpin oleh Romo Antonius Arifin Samosir, dan dari Hindu oleh I Nyoman Sudiarka.
Ketiganya menyampaikan pesan spiritual yang menekankan pentingnya iman, pengabdian, serta nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Acara ini dihadiri oleh Ketua Pengurus Pusat YKB Ny. Martha Dedi Prasetyo, Ketua Pengurus YKB Daerah Metro Jaya Ny. Indah Asep Suheri, para pengurus Bhayangkari, jajaran Kemala Bhayangkari, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Ny. Martha Dedi Prasetyo yang mewakili Ketua Pembina YKB Ny. Juliati Sigit Prabowo menyampaikan bahwa doa bersama lintas agama ini menjadi sumber energi moral bagi seluruh anggota yayasan untuk terus berkontribusi secara positif bagi keluarga, masyarakat, dan masa depan generasi muda Indonesia.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang disampaikan dalam ceramah keagamaan diharapkan mampu menjadi pencerahan sekaligus panduan dalam menjalankan peran sosial organisasi.
“Kegiatan ini diharapkan memberi inspirasi dan kekuatan batin agar kita terus berbuat yang terbaik, tidak hanya untuk yayasan, tetapi juga bagi generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Ny. Martha juga memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang dinilai berhasil menghadirkan acara dengan tertib dan penuh khidmat.
Ia menyebut kolaborasi yang solid menjadi kunci sukses terselenggaranya rangkaian peringatan HUT ke-46 YKB tahun ini.
Sementara itu, AKP Gafi Bunayya dalam tausiyahnya menegaskan bahwa kekuatan utama dalam pengabdian adalah iman dan ketakwaan. Ia berharap YKB dapat terus berkembang menjadi organisasi yang memberi manfaat luas, tidak hanya bagi anggotanya, tetapi juga masyarakat secara umum.
Romo Antonius Arifin Samosir turut menyampaikan harapan agar seluruh anggota YKB dapat menjadi berkat di tengah lingkungan masing-masing. Menurutnya, semangat pelayanan dan kepedulian sosial perlu terus dijaga sebagai bagian dari panggilan kemanusiaan.
Senada dengan itu, I Nyoman Sudiarka dalam doanya memohon kepada Sang Hyang Widi agar Yayasan Kemala Bhayangkari senantiasa diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan perannya sebagai mitra strategis Polri serta sebagai wadah pengabdian bagi bangsa dan negara.
Kegiatan doa bersama lintas agama ini tidak hanya menjadi bagian dari seremoni peringatan hari jadi, tetapi juga mencerminkan komitmen YKB dalam merawat nilai toleransi, persatuan, dan spiritualitas di tengah dinamika kehidupan sosial Indonesia yang majemuk.
(Red)
