HUT Ke-6 DKH Sukatani, RS Daya Kusuma Biayai Iuran BPJS Kesehatan Warga Karangsentosa Melalui Dana CSR
0-3840x2160-0-0#
HUT Ke-6 DKH Sukatani, RS Daya Kusuma Biayai Iuran BPJS Kesehatan Warga Karangsentosa Melalui Dana CSR
Kabupaten Bekasi – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6, Rumah Sakit Daya Kusuma Hospital (DKH) Sukatani menyalurkan bantuan pembayaran iuran BPJS Kesehatan kepada warga Desa Karangsentosa, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jumat (10/7/2026). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebelumnya tidak aktif.
Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Kantor Desa Karangsentosa dan dihadiri Direktur RS DKH Sukatani dr. Lisa Rutlisa, M.A.R.S., Kepala Desa Karangsentosa Karta Wijaya, perangkat desa, tim relawan kesehatan, serta masyarakat penerima manfaat.
Direktur RS DKH Sukatani, dr. Lisa Rutlisa, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut atas ajakan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi agar dunia usaha dan fasilitas pelayanan kesehatan turut membantu masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya bagi warga yang kepesertaan BPJS PBI-nya terputus atau tidak aktif.
“Hari ini kami menindaklanjuti keinginan Pak Plt Bupati Bekasi untuk membantu masyarakat melalui dana CSR, terutama bagi warga yang BPJS PBI-nya sempat terputus atau tidak aktif. Beliau juga mengajak rumah sakit dan masyarakat yang mampu untuk ikut berpartisipasi dalam program ini,” ujar dr. Lisa.
Ia menjelaskan, DKH yang tergabung dalam satu holding bersama tiga rumah sakit lainnya turut mendukung program tersebut. Secara keseluruhan terdapat sekitar 100 peserta yang menjadi sasaran bantuan. Namun pada tahap awal, DKH membiayai iuran BPJS bagi 50 peserta, dengan 25 di antaranya merupakan warga Desa Karangsentosa.
Menurutnya, kerja sama dengan BPJS Kesehatan akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) dengan masa berlaku selama satu tahun. Besaran iuran yang dibayarkan sebesar Rp35.000 per peserta setiap bulan. Apabila program tersebut masih dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi, kerja sama tersebut berpeluang untuk diperpanjang.
”Program ini merupakan yang pertama kali kami lakukan. Sifatnya sukarela sebagai bentuk kepedulian rumah sakit terhadap masyarakat. Kami melihat kondisi ekonomi masyarakat saat ini memang masih membutuhkan bantuan,” katanya.

Dr. Lisa menambahkan, meski rumah sakit masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk pembayaran klaim Jamkesda yang belum terealisasi, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan berbagai program sosial sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
Selain memberikan pelayanan kesehatan, RS DKH Sukatani juga aktif menggelar penyuluhan kesehatan serta mendukung berbagai kegiatan Puskesmas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
”Harapan kami tentu masyarakat semakin sehat. Kami sebagai rumah sakit yang telah terakreditasi akan terus memberikan pelayanan terbaik, rutin melakukan penyuluhan kesehatan, serta mendukung kegiatan Puskesmas. Semoga masyarakat semakin puas dengan pelayanan yang kami berikan,” tuturnya.
Saat ini RS Daya Kusuma Hospital Sukatani yang berlokasi di Jalan Raya Sukatani berstatus sebagai rumah sakit tipe C. Status tersebut diperoleh pada akhir 2024 setelah kapasitas pelayanan meningkat dari 50 menjadi 100 tempat tidur.
Sementara itu, Kepala Desa Karangsentosa, Karta Wijaya, mengapresiasi kepedulian RS DKH Sukatani yang telah membantu masyarakat melalui pembiayaan iuran BPJS Kesehatan.
”Kami atas nama Pemerintah Desa Karangsentosa mengucapkan terima kasih kepada pihak RS DKH yang telah menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat kami melalui bantuan tunjangan kesehatan BPJS. Bantuan ini sangat berarti dan diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan,” ujar Karta Wijaya.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Desa Karangsentosa dan RS DKH Sukatani dapat terus terjalin dalam berbagai program sosial dan kesehatan sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya serta mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga. (Jonta)
