Jalan Tegal Danas Berstatus Darurat Debu, Pemdes Jayamukti dan Batching Plant Lakukan Penyiraman Rutin
Jalan Tegal Danas Berstatus Darurat Debu, Pemdes Jayamukti dan Batching Plant Lakukan Penyiraman Rutin
KABUPATEN BEKASI – Keluhan warga terkait kondisi Jalan Tegal Danas, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, yang dipenuhi debu akhirnya mendapat respons cepat dari pemerintah desa dan sejumlah perusahaan batching plant.
Sebelumnya, warga Kampung Tegal Danas memasang spanduk bertuliskan “Darurat Debu” pada akhir Juli 2026 sebagai bentuk protes atas buruknya kondisi jalan yang setiap hari diselimuti debu. Debu tersebut diduga berasal dari ceceran material beton yang jatuh dari truk molen pengangkut beton siap pakai menuju sejumlah proyek di kawasan industri.
Material beton yang tercecer di badan jalan mengering, kemudian hancur menjadi butiran debu akibat dilalui kendaraan. Kondisi ini menyebabkan Jalan Tegal Danas, yang menjadi akses utama menuju kawasan industri GIIC Deltamas dan Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, dipenuhi debu sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Selain mengurangi jarak pandang pengguna jalan, debu juga dikeluhkan warga karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang bermukim di sepanjang jalan tersebut.
Menindaklanjuti aspirasi masyarakat, Pemerintah Desa Jayamukti segera berkoordinasi dengan pengelola batching plant yang beroperasi di sekitar Jalan Kalimalang dan Jalan Tegal Danas.
Kepala Desa Jayamukti, Iwan Gepeng, mengatakan seluruh perusahaan batching plant diminta melakukan penyiraman jalan secara rutin sebagai langkah cepat untuk mengurangi debu.
”Kami sudah meminta seluruh batching plant yang beroperasi di sekitar Jalan Kalimalang dan Tegal Danas untuk melakukan penyiraman jalan sebanyak tiga kali sehari. Alhamdulillah, mereka langsung merespons dan melaksanakan penyiraman sesuai instruksi,” ujar Iwan Gepeng.
Selain Pemerintah Desa Jayamukti, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi juga turun tangan dengan melakukan pemeriksaan terhadap aspek perizinan sejumlah batching plant sekaligus mengerahkan mobil tangki air untuk membantu penyiraman di ruas jalan yang terdampak.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menekan polusi debu, sembari pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas operasional batching plant agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Warga berharap pengawasan terhadap kendaraan pengangkut material beton juga diperketat, termasuk memastikan muatan tidak tercecer di jalan. Dengan demikian, keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin dan kualitas lingkungan di sekitar Jalan Tegal Danas kembali membaik. (Red)
