Kapolsek Penggiat Sampah Itu Kini Meninggalkan Tambun Selatan
Kapolsek Penggiat Sampah Itu Kini Meninggalkan Tambun Selatan
Penahitam.com // Kabupaten Bekasi – Estafet kepemimpinan Polsek Tambun Selatan resmi berganti. Kompol Saut Parulian Tobing, S.Sos., M.M., dipercaya menggantikan Kompol Wuryanti, S.H., M.H., yang mendapat amanah baru sebagai Wakasat PPA Polres Metro Bekasi Kota. Acara digelar di Restoran Saung Wulan, Jalan KH. Abu Bakar Nomor 60, Desa Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu (5/9/2026) malam.
Pergantian tersebut sekaligus menandai berakhirnya 19 bulan pengabdian Wuryanti di wilayah hukum Polsek Tambun Selatan yang mencakup Kecamatan Tambun Selatan dan Tambun Utara.
Namun, di balik tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di dua kecamatan, Wuryanti meninggalkan catatan lain yang cukup menonjol: gerakan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah dan penguatan bank sampah.
Kepedulian itu sebenarnya telah dibangun jauh sebelum dirinya menjabat Kapolsek Tambun Selatan. Sejak sekitar 2015, Wuryanti aktif mengedukasi masyarakat tentang pemilahan sampah dan mendorong pembentukan bank sampah.
Pada 2016, kiprahnya mendapat penghargaan dari Bupati Bekasi sebagai penggerak tiga bank sampah di Kecamatan Cibitung. Semangat tersebut kemudian dibawa ke lingkungan Polsek Tambun Selatan. Wuryanti mendorong personel menerapkan pemilahan sampah di lingkungan kantor, terutama sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi untuk disetorkan melalui bank sampah.
Hasilnya, dalam kurun sekitar 1,5 tahun, Polsek Tambun Selatan berhasil mengumpulkan 2,1 ton sampah anorganik.
Di tingkat masyarakat, jejaring bank sampah di wilayah kerja Polsek Tambun Selatan disebut telah mencapai lebih dari 130 unit. Bagi Wuryanti, bank sampah bukan sekadar sarana mengurangi timbunan sampah, tetapi juga ruang pemberdayaan dan interaksi warga.
Menurutnya, masyarakat yang aktif menjaga lingkungan dan saling mengenal juga lebih mudah mendeteksi potensi gangguan keamanan di wilayahnya. Konsistensi tersebut mendapat apresiasi di tingkat provinsi. Pada akhir 2025, Wuryanti menerima Karya Dharma Mahawana Award dari Gubernur Jawa Barat sebagai polisi penggiat lingkungan atas kontribusinya dalam edukasi pengelolaan sampah dan pengembangan bank sampah.
Penghargaan kembali diterimanya pada 15 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan penghargaan sebagai Penggiat Lingkungan Hidup atau Local Hero atas kontribusinya mendorong program satu RW satu bank sampah.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja seusai upacara Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76.
Di bidang kamtibmas, Wuryanti menghadapi wilayah dengan kepadatan penduduk dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Tawuran remaja, pencurian kendaraan bermotor, balap liar hingga peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang menjadi sejumlah persoalan yang mendapat perhatian.
Sejak awal menjabat pada Januari 2025, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, komunitas dan media.
“Sebagai manusia biasa punya banyak keterbatasan. Sehingga perlu adanya sinergitas dari seluruh elemen, baik dari Forkopimcam maupun stakeholder lain,” kata Wuryanti.
Perhatian Wuryanti juga diarahkan kepada personel. Sebagai penggiat kesehatan mental, ia berupaya membangun suasana kerja yang positif dan kerap menyebut anggotanya sebagai “Power Rangers” untuk membangun semangat kerja tim.
Menurutnya, kompleksitas persoalan di Tambun membutuhkan personel yang mampu bergerak cepat sekaligus saling menguatkan. “Kita harus berlari, situasi di Tambun ini tidak bisa dikejar dengan berjalan,” ujarnya.
Bagi Wuryanti, kalimat tersebut bukan sekadar metafora. Dua kecamatan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi membutuhkan kesiapsiagaan, kerja sama tim dan respons cepat terhadap setiap persoalan.
Kini, estafet kepemimpinan Polsek Tambun Selatan beralih kepada Kompol Saut Parulian Tobing.
Wuryanti mengaku bangga estafet kepemimpinan diteruskan kepada seniornya. Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa pelayanan kepolisian dan situasi kamtibmas di Tambun Selatan semakin baik.
Sementara bagi Wuryanti, 19 bulan di Tambun Selatan meninggalkan satu catatan penting: bahwa pengabdian seorang polisi tidak hanya diukur dari penindakan terhadap kejahatan, tetapi juga dari kemampuannya membangun kepedulian masyarakat.
Gerakan bank sampah, 2,1 ton sampah anorganik yang dikumpulkan, jejaring lebih dari 130 bank sampah, serta penghargaan sebagai penggiat lingkungan menjadi bagian dari jejak pengabdiannya sebelum melanjutkan tugas di tempat baru. (Red)
