KKN UPB Dorong UMKM Desa Kedungwaringin Naik Kelas Lewat Legalitas, Branding dan Digitalisasi

0

KKN UPB Dorong UMKM Desa Kedungwaringin Naik Kelas Lewat Legalitas, Branding dan Digitalisasi

KABUPATEN BEKASI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 Universitas Pelita Bangsa (UPB) terus mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kedungwaringin, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui program pemberdayaan bertajuk “Gerakan UMKM Naik Kelas: Meningkatkan Daya Saing UMKM Melalui Legalitas, Branding, dan Digitalisasi” yang digelar pada 5 Agustus 2026.

Program tidak berhenti pada sosialisasi. Mahasiswa KKN UPB juga memberikan pendampingan langsung kepada sejumlah pelaku UMKM melalui penguatan identitas usaha dan pemasangan banner branding sebagai bagian dari strategi meningkatkan visibilitas serta daya tarik produk di tengah persaingan pasar.

Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa menghadirkan dua narasumber, yakni Erin Soleha, S.E., M.M., CFP. dan Fiqih Maria Rabiatul Hariroh, S.E., M.M.

Materi yang disampaikan mencakup sejumlah aspek penting dalam pengembangan UMKM, mulai dari legalitas usaha, strategi membangun branding, pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran, hingga pengelolaan keuangan usaha.

Para pelaku UMKM juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Halal, QRIS, Google Maps, serta pemanfaatan marketplace sebagai instrumen untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah pelaku usaha aktif menyampaikan pertanyaan terkait proses legalisasi usaha, sertifikasi halal, hingga strategi memasarkan produk melalui platform digital.

Sebagai bentuk tindak lanjut, mahasiswa KKN UPB kemudian turun langsung memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dengan melakukan pemasangan banner branding di sejumlah titik usaha.

Beberapa UMKM yang mendapatkan pendampingan di antaranya UMKM Roti Anget, produsen tempe, serta pelaku usaha tas handmade ramah lingkungan.

Banner tersebut dirancang tidak sekadar sebagai penanda lokasi usaha, tetapi juga sebagai media promosi yang memuat identitas usaha, informasi produk, kontak, serta lokasi usaha. Dengan tampilan yang lebih informatif dan mudah dikenali, banner diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan visibilitas usahanya kepada masyarakat.

Dalam proses pemasangan, mahasiswa berkoordinasi secara langsung dengan masing-masing pemilik UMKM untuk menentukan titik pemasangan yang strategis. Penempatan banner disesuaikan agar mudah terlihat oleh calon konsumen tanpa mengganggu aktivitas operasional usaha.

Para pelaku UMKM menyambut positif pendampingan tersebut. Mereka menilai kehadiran mahasiswa KKN memberikan manfaat nyata, khususnya dalam membantu memperbaiki tampilan usaha sekaligus memperkuat upaya promosi kepada masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa KKN UPB untuk tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan pendampingan yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat.

Melalui program “Gerakan UMKM Naik Kelas”, mahasiswa KKN UPB berharap pelaku UMKM Desa Kedungwaringin semakin memahami pentingnya legalitas, memiliki identitas usaha yang kuat, mampu memanfaatkan teknologi digital, serta menerapkan pengelolaan usaha yang lebih profesional.

Lebih jauh, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ekosistem UMKM di tingkat desa, membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Bagi mahasiswa KKN UPB, penguatan UMKM bukan hanya tentang meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun fondasi usaha masyarakat agar mampu berkembang dan bertahan menghadapi perubahan zaman. ( Rbn / Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *