Polsek Cikarang Timur Gelar Posko Tiga Pilar Jaga Bekasi-Jaga Jakarta Antisipasi Mobilisasi Massa

0

Polsek Cikarang Timur Gelar Posko Tiga Pilar Jaga Bekasi-Jaga Jakarta Antisipasi Mobilisasi Massa

CIKARANG TIMUR – Personel gabungan Polsek Cikarang Timur menggelar Posko Tiga Pilar bertajuk “Jaga Bekasi – Jaga Jakarta” di area Bundaran Sinyar, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Kamis (27/8/2026).

‎Kegiatan pengamanan dan pemantauan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikarang Timur, AKP M. Jamaludin, S.H., M.Si., bersama jajaran piket fungsi serta elemen masyarakat setempat.

‎Posko tersebut difokuskan untuk memantau situasi sekaligus mengantisipasi adanya mobilisasi massa yang melintasi jalur Pantura menuju Jakarta. Langkah preventif ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Cikarang Timur.

Pengamanan diperkuat menyusul adanya rencana aksi unjuk rasa yang dipusatkan di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta Pusat, pada hari yang sama. Petugas melakukan pemantauan terhadap arus kendaraan maupun pergerakan masyarakat yang melintas, khususnya yang mengarah ke Jakarta.

Kapolsek Cikarang Timur AKP M. Jamaludin menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

‎“Kami melakukan pemantauan dan pengamanan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi mobilisasi massa menuju Jakarta. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar AKP M. Jamaludin.

‎Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah. Apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas, segera sampaikan kepada petugas,” katanya.

‎Melalui Posko Tiga Pilar “Jaga Bekasi – Jaga Jakarta”, jajaran Polsek Cikarang Timur bersama unsur terkait berupaya memastikan jalur yang menghubungkan wilayah Bekasi dan Jakarta tetap aman, sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas selama berlangsungnya aktivitas masyarakat. (Jonta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *