Doa Bersama dan Rebutan Berkah, Warga Bangkongreang Gelar Babarit Sedekah Bumi
Doa Bersama dan Rebutan Berkah, Warga Bangkongreang Gelar Babarit Sedekah Bumi
KABUPATEN BEKASI – Warga Kampung Bangkongreang RT 002 RW 001, Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menggelar tradisi Babarit Sedekah Bumi dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Jumat (19/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman samping salah satu rumah warga tersebut diikuti oleh masyarakat setempat dengan penuh kebersamaan dan semangat gotong royong. Tradisi babarit yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan keberkahan yang diberikan selama ini.
Acara diawali dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh ustaz dan tokoh masyarakat setempat. Warga tampak khusyuk mengikuti rangkaian doa yang dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Kampung Bangkoreng.
Setelah doa bersama, warga yang sebelumnya membawa berbagai hidangan dari rumah masing-masing berkumpul dan menata makanan untuk kemudian disantap bersama. Suasana penuh keakraban terlihat saat masyarakat saling berbagi makanan dan bercengkerama.
Menariknya, usai pembacaan doa, tradisi dilanjutkan dengan warga berebut makanan yang telah disiapkan. Tradisi ini dipercaya sebagai simbol kebersamaan, keberkahan, dan harapan agar rezeki masyarakat semakin melimpah di tahun yang baru.
Rinin yang akrab disapa Bule, salah seorang warga, mengatakan kegiatan babarit merupakan tradisi yang selalu dilaksanakan masyarakat setiap menjelang Tahun Baru Islam.
”Alhamdulillah setiap tahun warga selalu kompak melaksanakan babarit. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Semoga tradisi ini tetap lestari dan membawa keberkahan bagi masyarakat Kampung Bangkongreang,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, warga berharap nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur dapat terus terjaga serta diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat setempat. (Jonta)
