Sambut Hari Mangrove Sedunia, PT Jababeka Infrastruktur Genapkan 100.000 Pohon Mangrove Bersama 27 Perusahaan
Sambut Hari Mangrove Sedunia, PT Jababeka Infrastruktur Genapkan 100.000 Pohon Mangrove Bersama 27 Perusahaan
Muara Gembong, 23 Juli 2026 – PT Jababeka Infrastruktur, anak perusahaan PT Jababeka Tbk, bersama 27 perusahaan tenant Kawasan Industri Jababeka menandai pencapaian penting dalam upaya pelestarian pesisir Pantai Utara Bekasi. Melalui rangkaian Jababeka Ecoweek 2026, sebanyak 35.000 bibit mangrove ditanam di Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadikan total penanaman mangrove secara kumulatif sejak program ini dimulai pada 2018 kini mencapai 100.000 pohon.
Pencapaian ini sejalan dengan tema yang diusung tahun ini, “Resilient Coasts, Sustainable Impact”, yang merefleksikan semangat membangun ketahanan (resilience) kawasan pesisir terhadap ancaman abrasi dan perubahan iklim, sekaligus mendorong agar setiap upaya pelestarian lingkungan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan (sustainable impact) — baik bagi ekosistem pesisir maupun bagi masyarakat di sekitarnya. Angka 100.000 pohon menjadi representasi konkret dari semangat tersebut: sebuah proses bertahap, konsisten, dan kolaboratif yang dibangun selama hampir satu dekade. Momentum ini turut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Mangrove Sedunia (International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem) yang jatuh setiap tanggal 26 Juli, menjadi pengingat pentingnya keberlanjutan upaya pelestarian ekosistem mangrove secara global. Di tingkat nasional, semangat pelestarian mangrove tersebut turut sejalan dengan Gerakan Tobat
Ekologis Nasional yang digaungkan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) sebagai upaya memulihkan ekosistem, termasuk kawasan pesisir dan mangrove, secara berkelanjutan. Penanaman 35.000 bibit mangrove di Muara Gembong ini turut tercatat dalam pendataan pemerintah sebagai bagian dari kontribusi terhadap target nasional penanaman 2 miliar pohon yang terus didorong percepatannya oleh KLH/BPLH di berbagai wilayah pesisir Indonesia.
Terkait kontribusi tersebut, Ricky Aditya, General Manager PT Jababeka Infrastruktur, menjelaskan bagaimana capaian tahun ini merupakan hasil dari proses yang berjalan bertahap. “Setiap tahun, kami terus menambah jumlah bibit yang ditanam di kawasan ini. Tahun ini, semangat itu kami lanjutkan dengan menambah 35.000 bibit baru, sehingga total penanaman kumulatif sejak 2018 kini mencapai 100.000 pohon. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata bahwa kolaborasi antara pengelola kawasan, tenant industri, dan masyarakat pesisir mampu menghasilkan dampak jangka panjang bagi lingkungan,” ujarnya.
Perjalanan panjang inilah yang dimulai sejak 2018, ketika Jababeka Ecoweek pertama kali digagas sebagai inisiatif PT Jababeka Infrastruktur bersama para tenant Kawasan Industri Jababeka dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Sejak titik awal tersebut, program ini terus dijalankan secara rutin setiap tahun, dirancang sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mendukung pelestarian ekosistem pesisir, termasuk berkontribusi pada mitigasi abrasi pantai dan pemulihan vegetasi mangrove di kawasan Muara Gembong, hingga akhirnya total penanaman kumulatif menembus angka 100.000 pohon pada 2026.

Pencapaian 35.000 bibit tahun ini sendiri merupakan hasil kontribusi kolektif dari 27 perusahaan tenant Kawasan Industri Jababeka, di antaranya PT Akzonobel Indonesia, PT International Paint Indonesia, PT ICI Paints Indonesia, PT Metalsindo Pacific, Graha Buana Cikarang, PT Cikarang Listrindo, PT Pharma Health Care, PT Sumber Mas Autorindo, PT Hulane Tech Manufacturing, PT Fukoku Tokai Rubber Indonesia, PT Dexa Medica, PT Hanes Supply Chain Indonesia, PT Astemo Bekasi Manufacturing, PT Sari Takagi Elok Produk, PT Sanjaya International Fishery, Padang Golf Cikarang, PT Komatsu Undercarriage Indonesia, PT Kurita Indonesia, PT Magnum Ice Cream Indonesia, PT Nippon Steel Chemical & Material Indonesia, PT Anugerah Pharmindo Lestari, PT Tokai Texprint Indonesia, PT BS Indonesia, PT Mane Indonesia, PT Piaggio Indonesia Industrial, PT Kao Indonesia, dan PT Citra Langgeng Sentosa.
Keterlibatan lintas sektor industri ini — mulai darimanufaktur, farmasi, otomotif, hingga consumer goods — mencerminkan bagaimana target 35.000 bibit tahun ini dapat tercapai melalui sinergi kolektif antara pengelola kawasan, dunia usaha, dan masyarakat sekitar, bukan kontribusi satu pihak semata.
Rangkaian kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Bappeda Kabupaten Bekasi, Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Camat Muara Gembong, Kepala Desa Pantai Bahagia, serta Ketua Pokdarwis Alipbata, yang menegaskan sinergi lintas pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan program ini.
Sebagai pelengkap rangkaian kegiatan, Jababeka Ecoweek 2026 juga menandai peresmian kawasan wisata mangrove di lokasi yang sama, membuka babak baru bagi masyarakat sekitar untuk turut merasakan manfaat ekonomi dari ekosistem yang selama ini mereka jaga bersama. Dengan demikian, pencapaian 100.000 pohon bukan hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga mulai memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir. Pencapaian 100.000 pohon bukanlah titik akhir, melainkan pijakan bagi langkah-langkah berikutnya.
PT Jababeka Infrastruktur bersama seluruh tenant Kawasan Industri Jababeka menegaskan
komitmennya untuk terus menjaga keberlanjutan program ini di tahun-tahun mendatang, sejalan
dengan semangat “Resilient Coasts, Sustainable Impact” — membangun pesisir yang tangguh,
sekaligus menghadirkan dampak yang dirasakan langsung oleh lingkungan dan masyarakat secaraberkelanjutan. (Red)
