Hampir Sepekan, Truk Pengurugan Ganggu Warga Kampung Pulo Kapuk, Jalan Kampung Macet
Hampir Sepekan, Truk Pengurugan Ganggu Warga Kampung Pulo Kapuk, Jalan Kampung Macet
Penahitam.com // KABUPATEN BEKASI — Aktivitas kendaraan pengangkut material urugan di Kampung Pulo Kapuk RT 01/05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, dikeluhkan warga. Selain memicu polusi debu, lalu-lalang kendaraan proyek juga disebut mengganggu aktivitas masyarakat dan menyebabkan arus lalu lintas di jalan kampung tersendat.
Keluhan tersebut dirasakan warga selama hampir satu minggu terakhir. Kendaraan pengangkut material yang terus melintas di jalan kampung dinilai membuat kondisi lingkungan semakin tidak nyaman.
Debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas. Di sisi lain, padatnya lalu-lalang kendaraan proyek juga membuat jalan kampung mengalami kemacetan, sehingga aktivitas warga ikut terganggu.
Salah seorang warga mengaku merasa dirugikan dengan adanya aktivitas proyek pengurugan tersebut.
“Saya merasa dirugikan. Ada proyek pengurugan, karena polusi udara banyak debu,” ucap H.Icoy. Sabtu (03/10/2026)
Warga menyebut persoalan bukan hanya mengenai debu. Mobilitas kendaraan proyek yang menggunakan jalan kampung juga membuat masyarakat harus menghadapi kepadatan lalu lintas di jalur yang selama ini digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut dinilai semakin mengganggu karena berlangsung hampir sepekan. Warga yang hendak beraktivitas maupun melintas di jalan kampung harus berhadapan dengan kendaraan pengangkut material yang keluar-masuk area proyek.
Masyarakat berharap pihak pengelola proyek segera memperhatikan dampak aktivitas pengurugan terhadap lingkungan sekitar. Pengendalian debu serta pengaturan lalu lintas kendaraan proyek dinilai perlu dilakukan agar aktivitas pembangunan tidak mengorbankan kenyamanan warga.
Warga juga meminta adanya langkah nyata untuk mengurangi debu dan mencegah kemacetan di jalan kampung, sehingga aktivitas proyek tetap berjalan tanpa mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak pengelola proyek terkait keluhan warga tersebut. (Jonta)
